Setiap menjelang akhir tahun, satu fenomena yang kerap terjadi di pasar keuangan adalah menguatnya harga emas. Bagi sebagian orang, ini mungkin terlihat seperti kebetulan musiman. Namun jika ditelusuri lebih dalam, ada beberapa faktor kuat yang membuat emas sering menjadi aset favorit di periode penutupan tahun.
Akhir tahun merupakan momen banyak investor melakukan evaluasi portofolio. Ketika pasar saham cenderung fluktuatif atau berisiko, emas sering dipilih sebagai penyeimbang (hedging). Permintaan yang meningkat inilah yang mendorong harga emas bergerak naik.
Menjelang pergantian tahun, pasar biasanya dihadapkan pada berbagai ketidakpastian: kebijakan suku bunga, kondisi geopolitik, hingga proyeksi ekonomi tahun berikutnya. Dalam situasi seperti ini, emas kembali berperan sebagai safe haven, aset yang dianggap lebih stabil saat risiko meningkat.
Pergerakan dolar AS dan kebijakan bank sentral global juga turut memengaruhi harga emas. Jika dolar melemah atau ada sinyal pelonggaran kebijakan moneter, harga emas cenderung menguat. Akhir tahun sering kali menjadi fase transisi kebijakan yang memicu pergerakan tersebut.
Di banyak negara, akhir tahun bertepatan dengan musim liburan dan perayaan besar. Permintaan emas fisik, baik sebagai hadiah maupun persiapan investasi tahun baru, biasanya meningkat. Kenaikan permintaan ini turut menekan pasokan dan mendorong harga naik.
Meski tren akhir tahun kerap positif, harga emas tetap bisa bergerak cepat dan fluktuatif. Karena itu, penting untuk memantau momentum tanpa harus terus mengecek harga secara manual.
Manfaatkan fitur Gold Alert di aplikasi Goemas untuk mendapatkan notifikasi otomatis saat harga emas mencapai level yang kamu inginkan. Dengan begitu, kamu bisa menentukan waktu terbaik untuk mengambil keputusan—termasuk saat ingin menjual emas di momentum harga yang sedang menguat.
Pantau lebih cerdas, ambil keputusan lebih tepat.
Aktifkan Gold Alert dan kelola emasmu dengan bijak bersama Goemas.