Harga emas dan perak kembali mengalami tekanan setelah muncul kabar positif dari pembicaraan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Iran menyampaikan bahwa terdapat kemajuan dalam perundingan yang berlangsung di Jenewa, sehingga meredakan sebagian ketegangan geopolitik global.
Sentimen tersebut membuat minat terhadap aset safe haven seperti emas menurun.
Pada perdagangan Selasa (17/2/2026), harga emas dunia tercatat turun 2,3% ke level US$4.877 per troy ons. Penurunan ini memperpanjang pelemahan dua hari berturut-turut dengan total koreksi mencapai sekitar 3,3%, sekaligus menjadi posisi terendah sejak awal Februari.
Sementara itu pada perdagangan Rabu pagi (18/2/2026) hingga pukul 06.27 WIB, harga emas di pasar spot tercatat relatif stabil di kisaran US$4.877,06 per troy ons, meski masih berada di area terendah dua pekan terakhir.
Emas dikenal sebagai aset lindung nilai saat kondisi global tidak menentu. Ketika muncul kabar positif terkait geopolitik atau ekonomi, permintaan terhadap emas biasanya menurun karena investor mulai beralih ke aset berisiko seperti saham.
Inilah sebabnya harga emas bisa turun cukup tajam dalam waktu singkat saat tensi global mereda.
Penurunan harga emas seperti ini sering memicu kekhawatiran. Namun penting dipahami bahwa volatilitas merupakan bagian alami dari pasar komoditas.
Alih-alih panik, investor bisa memanfaatkan momen ini untuk:
Salah satu cara praktis untuk mengelola momen seperti ini adalah menggunakan fitur Gold Alert di aplikasi Goemas.
Dengan Gold Alert, pengguna bisa:
✔ Mengatur notifikasi pada harga tertentu
✔ Mendapat pemberitahuan otomatis saat harga menyentuh target
✔ Menghindari keputusan emosional karena terus-menerus memantau grafik
Di tengah pergerakan harga yang cepat seperti sekarang, fitur ini membantu pengguna tetap tenang dan terukur dalam mengambil keputusan.
Pergerakan emas global masih sangat dipengaruhi perkembangan geopolitik dan kebijakan ekonomi global. Dengan strategi yang tepat serta dukungan fitur pemantauan harga, fluktuasi bukan lagi ancaman, melainkan peluang yang bisa dikelola dengan lebih bijak.